298 Indonesian Media of Stupidity

[english]
It’s a propaganda of fake, it’s an elimination of extentionalism, it’s an institution of mass stupidity that demanded to be exsist by its own people, ironically. The popular medias focus on pop-culture and religion,which is affecting directly on the elimination of self-extentionalism and rational intelectualism. Generally it creates a society with a fruitless opinion without any factual opinion, a hedonist society without consious mind, which its fate would be eaten alive by the fundamentalist group, the unhealthy capitalist and the corrupt goverment.
The situation of this society, who is lack on knowledge and intelectual facts, is still far away from the idealistic progressive movement if there is no consiousness inside each individual to re-open its insight critically and to demand for the radical change in our media.

Please liberate Indonesia first from this empty media clench and change this media to be a propaganda tool of pacifist social revolution as the answer to the real issues. Not the other way around, as a contributor of fact divertion with some easy, practical, hedonistic methods.

[indonesian]
Sebuah propaganda penipuan, sebuah cara pengeliminasian ekstensialitas diri, sebuah institusi pembodohan masal yang ironisnya terus-terusan di-demand untuk tetap eksis oleh masyarakatnya sendiri. Fokus media ini bertujuan untuk kepentingan popular culture dan agama, kedua fokus yang berefek langsung dalam penyingkiran ekstensialitas diri dan intelektualitas rasional, menghasilkan masyarakat irational yang beropini kosong tanpa opini fakta, masyarakat hedonis tanpa kesadaran.
Secara generalisasi efek dari media ini melahirkan dan menguatkan kaum-kaum irational yang nasibnya hanya untuk dimakan hidup-hidup oleh propaganda kaum-kaum fundamental, oknum-oknum kapitalis yang tak sehat dan pemerintah yang korup.
Situasi masyarakat yang kurang wawasan dan fakta-fakta intelektual ini masih jauh dari idealisme progresif jika tidak adanya kesadaran sendiri dari setiap individu untuk membuka kembali wawasan secara kritis dan meminta untuk adanya perubahan yang radikal dalam media kita.

Selamatkanlah Indonesia dulu dari genggaman media yg kosong ini dan rubahlah media ini menjadi instrumen propaganda revolusi sosial yang pasifis sebagai penjawab isu-isu yang nyata. Bukan sebaliknya, pengalih kenyataan dengan metode hedonis belaka dan jawaban-jawaban yang praktis.

No Comments yet »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam Protection by WP-SpamFree Plugin

Powered by WordPress with Hiperminimalist Theme, copyrighted by Irfan Hendrian.