352 Post Reformasi, Kematian Demokrasi

Wahai partai-partai dan lembaga-lembaga agama, apakah jasamu bagi negara ini sampai sekarang ini kalian seakan-akan lebih berkuasa dari MPR. Sewaktu revolusi kemerdekaan para pemuda, pelajar dan militerlah yang berjasa, bukanlah kalian, bahkan kalian hanya berusaha membuat sistem totalitarian baru, yang sejak dulu kita lawan, berdasarkan agama. Setelah Orde Baru jatuh, yaitu kembali kepada jasa para pemuda dan pelajar, kebebasan kepada partai-partai dan lembaga-lembaga agama teraih secara total tanpa ada kontrol lagi dari para pemimpin, bahkan partai-partai dan lembaga-lembaga oposisi hampirlah tidak ada kekuatan untuk melawan.

Apakah kita perlu berterima kasih akan pembantaian PKI, pengeboman Bali dan berbagai pelanggaran HAM? Apakah sejarah-sejarah gelap kalian sekarang sudah tertutup di bawah bangunan-bangunan institusi agama, dilupakan dengan pencucian otak masyarakat?
Tulisan ini bukan bertujuan untuk menyudutkan suatu pihak agama, melainkan mempertanyakan apakah kita perlu memegang kepercayaan beragama yang seharusnya bersifat pribadi sampai ke ranah politik dan sosial.

Proses demokrasi yang lambat dan tidak terlihat arahnya dalam era reformasi ini menyebabkan ketergantungan masyarakat akan suatu keyakinan baru, suatu sistem yang praktis dan cepat, meskipun sistem itu akan membunuh demokrasi tersebut. Demokrasi hanyalah menjadi jalan pintas untuk menuju totalitarian baru yang kehilangan kemanusiaannya. Keyakinan akan demokrasi haruslah kita pegang teguh untuk kebebasan kita untuk berkembang, berekspresi dan beropini, bukan hanya untuk generasi kita saja tapi juga untuk yang mendatang.

Ada banyak jenis mata. Bahkan Spinks pun punya mata: dan karena itu ada banyak “kebenaran”, dan karena itu tak ada “kebenaran”. – Nietzsche

No Comments yet »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam Protection by WP-SpamFree Plugin

Powered by WordPress with Hiperminimalist Theme, copyrighted by Irfan Hendrian.